Epistemologi Pendidikan Transformatif di Era Postdigital
"Buku yang baik tidak hanya menambah pengetahuan, tetapi juga menggerakkan lahirnya percakapan, refleksi, dan perubahan."
BERGEMA NUSANTARA Mengapresiasi Hadirnya Buku "Epistemologi Pendidikan Transformatif di Era Postdigital"
Oleh: Tim BERGEMA NUSANTARA
Di tengah pesatnya perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence), transformasi digital, dan lahirnya masyarakat Society 5.0, dunia pendidikan menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Perubahan bukan lagi sekadar menyentuh metode pembelajaran, tetapi juga cara manusia memahami pengetahuan, membangun makna, dan mempersiapkan generasi masa depan.
Sebagai komunitas yang berkomitmen pada pengembangan guru, literasi, dan inovasi pendidikan, BERGEMA NUSANTARA menyambut hadirnya sebuah karya akademik yang relevan dengan tantangan zaman, yaitu buku Epistemologi Pendidikan Transformatif di Era Postdigital: Fondasi Filosofis Pendidikan Transformatif di Era Society 5.0.
Buku ini ditulis oleh Sri Astutik, A.Ma., S.Pd.SD., M.Pd.; Abdulloh, S.Pd., M.Pd.; Yophie Adhi Sasmita, S.E., M.Pd.; Prof. Dr. Rr. Eko Susetyarini, M.Si.; dan Prof. Dr. Baiduri, M.Si. Kolaborasi ini menghadirkan kajian filosofis yang mengajak pembaca memahami kembali hakikat pendidikan di tengah era digital yang terus berkembang.
Pendidikan Perlu Fondasi, Bukan Sekadar Inovasi
Transformasi pendidikan tidak cukup diwujudkan melalui pemanfaatan teknologi semata. Kehadiran AI, platform digital, maupun berbagai inovasi pembelajaran perlu diiringi dengan fondasi epistemologis yang kuat agar pendidikan tetap berorientasi pada manusia.
Melalui sebelas bab pembahasannya, buku ini mengulas berbagai isu penting, mulai dari krisis epistemologi pendidikan modern, konstruktivisme kritis, pedagogi emansipatoris, relasi kuasa dalam pendidikan, literasi digital kritis, bias algoritmik, hingga rekonstruksi epistemologi pendidikan postdigital sebagai pijakan menghadapi masa depan.
Buku ini mengingatkan bahwa teknologi akan terus berkembang, tetapi nilai-nilai kemanusiaan harus tetap menjadi pusat dari setiap proses pendidikan.
Referensi bagi Guru dan Akademisi
Bagi guru, dosen, mahasiswa, peneliti, maupun pemerhati pendidikan, buku ini dapat menjadi referensi untuk memperluas perspektif tentang hubungan antara filsafat pendidikan, teknologi, dan transformasi pembelajaran.
Lebih dari sekadar membahas teori, buku ini mengajak pembaca untuk melihat pendidikan sebagai ruang dialog, refleksi, kolaborasi, dan pemberdayaan. Perspektif tersebut sejalan dengan semangat BERGEMA NUSANTARA yang terus mendorong lahirnya pendidik yang adaptif terhadap perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai kemanusiaan.
BERGEMA untuk Pendidikan Masa Depan
BERGEMA NUSANTARA percaya bahwa perubahan besar selalu diawali oleh keberanian untuk belajar dan berbagi. Karena itu, hadirnya buku ini diharapkan tidak hanya menjadi tambahan koleksi literatur pendidikan, tetapi juga menjadi pemantik diskusi, penelitian, dan praktik baik yang dapat memperkuat ekosistem pendidikan Indonesia.
Mari terus menumbuhkan budaya membaca, menulis, berdiskusi, dan berkarya. Sebab pendidikan yang maju lahir dari komunitas belajar yang terus bertumbuh bersama.
"BERGEMA NUSANTARA percaya bahwa pendidikan yang transformatif lahir dari guru yang terus belajar, berbagi, dan berani membangun masa depan bersama." Abdulloh Aup




Comments
Post a Comment